Skip to content
Royal desk
Agustus 5, 2026 JurnalNaya menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.
News

What Happened: Buol Diguncang Gempa Magnitudo 5,1

Christopher Williams - jurnalnaya.com 1 min read

Buol Dihantam Gempa dengan Magnitudo 5,1 What Happened – Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, mengalami guncangan akibat gempa tektonik pada hari Minggu, 12 Juli

What Happened: Buol Diguncang Gempa Magnitudo 5,1

Buol Dihantam Gempa dengan Magnitudo 5,1

What Happened – Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, mengalami guncangan akibat gempa tektonik pada hari Minggu, 12 Juli 2026, pukul 20.46 WIB. Gempa ini memiliki magnitudo 5,1 dan terjadi di kedalaman 21 kilometer, mengakibatkan getaran yang dirasakan oleh masyarakat di beberapa daerah. What Happened berdampak signifikan pada wilayah sekitar, menyebabkan gangguan aktivitas harian dan meningkatkan kekhawatiran akan potensi bencana lebih besar.

Analisis dan Potensi Tsunami

Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tidak berpotensi memicu gelombang tsunami. Pemodelan tsunami yang dilakukan oleh BMKG menunjukkan bahwa getaran yang terjadi tidak cukup kuat untuk menimbulkan bahaya tsunami di daratan. What Happened

“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto. Ia menegaskan bahwa struktur lempeng tektonik yang terlibat tidak menyebabkan pergerakan air laut secara signifikan.

Letak Episenter dan Sebab Terjadinya Gempa

Episenter gempa terletak di koordinat 1.31° LU dan 121,36° BT, tepatnya di perairan 37 km arah timur laut dari Buol. Lokasi ini mengindikasikan bahwa gempa terjadi di daerah yang berdekatan dengan zona subduksi lempeng Pasifik. What Happened

“Gempa bumi ini terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik yang menimbulkan geseran di daerah tersebut,” jelas Wijayanto. Ia menambahkan bahwa meskipun gempa tidak memicu tsunami, perlu diwaspadai potensi gempa susulan yang mungkin terjadi dalam beberapa hari mendatang.

Intensitas Getaran dan Dampak pada Wilayah

Getaran dengan intensitas III pada Skala Modified Mercalli (MMI) terasa jelas di Kota Parigi, Kota Marisa, dan Kota Tilamuta. What Happened

“Getaran ini cukup kuat untuk dirasakan oleh warga di daerah terdampak,” tambah Wijayanto. Ia menjelaskan bahwa intensitas III menunjukkan getaran yang dapat dirasakan oleh semua orang, terutama di area terdekat dengan episenter.

Klasifikasi Gempa dan Mekanisme Penyebab

BMKG mengklasifikasikan gempa Buol sebagai gempa dangkal karena kedalaman hiposenternya hanya sekitar 21 kilometer. Gempa dangkal biasanya memiliki dampak lebih besar pada permukaan bumi dibandingkan gempa dalam. What Happened

“Gempa bumi ini terjadi karena pergerakan lempeng tektonik yang menyebabkan geseran oblique thrust,” kata Wijayanto. Fenomena ini sering terjadi di daerah yang berada di zona pertemuan lempeng, seperti wilayah Sulawesi Tengah.

Pemantauan dan Peringatan BMKG

Hingga pukul 21.05 WIB, BMKG belum mencatat adanya gempa susulan setelah peristiwa utama tersebut. Namun, mereka tetap memantau aktivitas seismik dan memberikan peringatan bagi warga yang tinggal di daerah rawan. What Happened

“Warga disarankan tetap tenang dan waspada terhadap informasi yang belum terverifikasi,” tegas Wijayanto. Ia menekankan bahwa kewaspadaan tetap diperlukan hingga semua data seismik dipastikan stabil.

Kondisi Pasca-Gempa dan Reaksi Masyarakat

Pasca-What Happened

Leave a reply